Senin, 25 September 2017

Tak Hanya Mesir Kuno, Afrika Ternyata Juga Punya 7 Kerajaan Besar Lain

  • Rosiana
  • 15/08/2017 15:40 WIB
Tak Hanya Mesir Kuno, Afrika Ternyata Juga Punya 7 Kerajaan Besar Lain
EPIZONE.ID - Bicara tentang benua Afrika, banyak yang hanya terfokus pada kejayaan Mesir kuno. Tak banyak orang tau bahwa benua Afrika juga menyimpan cerita sejarah yang tak kalah dari benua Asia maupun Eropa. Banyaknya peninggalan yang ditemukan menjadi bukti bahwa Afrika juga menjadi saksi peradaban kuno yang terlupakan.

Namun benua ini adalah rumah bagi beberapa kerajaan kuat lainnya yang mengendalikan rute perdagangan, membangun kota-kota yang luas dan membuat monumen arsitektur yang masih berdiri sampai sekarang. Dilansir dari History.com, berikut 7 kerajaan besar yang pernah berdiri di benua Afrika:

1. Kerajaan Kush

Kerajaan besar di Afrika, Kush


Terkenal akan piramidanya, Sudan juga menyimpan cerita sejarah tentang Kerajaan Kush. Berada di sepanjang sungai Nil, Kush mengadopsi berbagai budaya Mesir Kuno. Berada di sebelah Selatan Mesir, kerajaan ini juga sekaligus menjadi rival Mesir kuno. Hampir semua sumber berita mengenai Kush berasal dari Mesir. Kush juga merupakan partner Mesir dalam berdagang, disamping juga rival dalam hal militer.

Sudan, Surga Piramida yang Terlupakan

2. Punt

Kerajaan besar di Afrika, punt


Meski keberadaannya masih menjadi misteri, namun keberadaan Punt juga menjadi sorotan. Punt menjadi perdebatan karena letak pasti dari daerah ini masih belum ditemukan. Sebagian besar ilmuwan saat ini percaya bahwa Punt terletak di sebelah tenggara Mesir, kemungkinan besar di wilayah pesisir Djibouti modern, Eritrea, timur laut Ethiopia, Somalia, dan pesisir Laut Merah Sudan.

Pada tahun 2010, tim peneliti mencoba mencari tau letak Punt dengan menganalisis mumi seekor baboon yang dihadiahkan untuk Firaun. Dan hasilnya menunjukkan bahwa hewan-hewan ini paling banyak dijumpai di Ethiopia dan Eritrea masa kini.

Punt sering disebut dalam naskah sejarah Mesir kuno karena menjadi mitra dagang. Tempat ini dijuluki "Ta netjer" atau "Tanah Para Dewa" oleh bangsa Mesir kuno karena kaya akan kayu eboni, emas, mur dan binatang eksotis seperti kera dan macan tutul.

3. Carthage

Kerajaan besar di Afrika, carthagae


Carthage merupakan pusat perdagangan di Afrika Utara yang berkembang selama lebih dari 500 tahun. Daerah ini juga dikenal karena menjadi rival Roma dalam Perang Punic. Negara kota ini dibangun pada abad 8 atau 9 SM di Fenisia atau yang sekarang dikenal dengan nama Tunisia. Meski awalnya berupa kota kerajaan, namun Carthage berkembang kerajaan dengan wilayah yang cukup luas. Carthage juga mendominasi perdagangan tekstil, emas, perak dan tembaga.

Kerajaan ini akhirnya memperluas wilayahnya dari Afrika Utara ke Spanyol dan sebagian wilayah Mediterania. Namun keinginan untuk terus berekspansi membuat Carthage harus berurusan dengan Romawi. Perang tak terelakkan hingga akhirnya pada Perang Punic ketiga Carthage hancur di tangan bangsa Romawi.

4. Kerajaan Aksum

Kerajaan besar di Afrika, Kerajaan Aksum

Berada di wilayah Eritrea dan Ethiopia bagian Utara, Aksum berkembang bersamaan dengan bangkitnya kekaisaran Romawi. Kerajaan ini juga merupakan kerajaan pertama yang memeluk Kekristenan, tepatnya di abad keempat. Hal ini menyebabkan Aksum memiliki hubungan politik dan militer dengan kerajaan Byzantium (Turki modern). Kejayaan Aksum kemudian menurun pada abad ke 7 atau 8 Masehi.

5. Kekaisaran Mali

Kerajaan besar di Afrika, Kekaisaran Mali


Sama dengan namanya, Kekaisaran Mali terletak di negara Mali modern. Kekaisaran ini lahir saat seorang penguasa bernama Sundiata Keita memimpin pemberontakan melawan Raja Sosso. Setelah pemberontakan, ia kemudian menyatukan kedua daerah tersebut. Dibawah pimpinan Keita dan penerusnya, Mali memperluas wilayahnya hingga separuh dari Afrika Barat. Tak hanya itu, Mali juga menjadi kerajaan yang kaya dalam perdagangan.

Di Mali, terdapat kota penting yaitu Djenné dan Timbuktu. Kedua kota tersebut dikenal karena memiliki banyak masjid dan sekolah Islam. Bahkan salah satu institusi pendidikan di Timbuktu yakni, Timbuktu's Sankore University, memiliki sebuah perpustakaan dengan lebih dari 700.000 koleksi manuskrip. Pada masa kejayaannya Mali dikenal sebagai kerajaan yang sangat kaya hingga disebut sebagai salah satu permata benua Afrika.

Salah satu kisah legenda tentang kekayaan Mali adalah mengenai Mansa Musa. Mansa Musa merupakan salah seorang penguas Mali yang membuat persinggahan di Mesir selama ziarah ke Mekah pada abad ke-14. Menurut sumber kontemporer, Musa membagikan begitu banyak emas selama kunjungan tersebut. Hal ini menyebabkan nilai emas merosot di pasar Mesir selama beberapa tahun. Kekaisaran Mali pada akhirnya hancur di abad ke-16. Namun warisan dan kejayaannya tetap terkenang hingga kini.

Keunikan Piramida Sudan Samai Popularitas Mesir Kuno

6. Kekaisaran Songhai

Kerajaan besar di Afrika, Kerajaan Songhaui


Songhai terbentuk pada abad ke 15 dari beberapa daerah bekas Kekaisaran Mali. Meski belum modern, namun Songhai sudah memiliki sistem birokrasi yang sangat maju pada masanya. Songhai membagi wilayahnya menjadi beberapa provinsi. Setiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur.

Kekaisaran Songhai menjadi kerajaan yang sangat makmur dengan luas wilayah yang bahkan melebihi Eropa Barat. Puncakny adalah saat dipimpin oleh Raja Muhammad I Askia. Ia menaklukan berbagai wilayah dan membentuk aliansi dengan Khalifah Muslim di Mesir. Raja Muhammad I Askia juga mendirikan ratusan sekolah Islam di Timbuktu.

Meski kekaisaran ini menjadi salah satu kerajaan paling kuat saat itu, namun ternyata pada tahun 1500-an Songhai mengalamki keruntuhan. Ini karena adanya perang saudara dan invasi dari Sultan Maroko yang akhirnya meluluhlantakkan Songhai.

7. Kerajaan Zimbabwe

Kerajaan besar di Afrika, Kerajaan Zimbabwe


Siapa sangka negara dengan nama yang sering dikaitkan dengan daerah yang sangat jauh ini, ternyata memiliki sejarah sebagai salah satu kerajaan besar di Afrika. Kerajaan ini terkenal karena meninggakan sebuah monumen yang sangat impresif di tengah dataran Sahara. Pada awal abad ke-11, orang-orang dari Kerajaan Mapungubwe di Afrika Selatan diyakini telah menetap di dataran tinggi Zimbabwe. Di sana, mereka akan mendirikan Kerajaan Zimbabwe sekitar tahun 1220.

Wilayah kerajaan ini membentang di sebaian besar Botswana modern, Zimbabwe dan Mozambik. Kerajaan Zimbabwe terkenal karena sangat kaya akan ternak dan logam mulia. Kerajaan Zimbabwe berdiri di rute perdagangan yang menghubungkan ladang emas wilayah tersebut dengan pelabuhan di pantai Samudera Hindia.

Salah satu peninggalan yang terkenal dari kerajaan ini adalah benteng besar yang dibangun dari tumpukan batu-batu besar. Benteng ini juga dilengkapi dengan menara batu dan dinding yang dirakit dari blok granit yang dipotong. Kota benteng di Great Zimbabwe secara misterius ditinggalkan kira-kira pada abad ke-15 setelah kerajaan tersebut mengalami kemunduran. Namun di masa jayanya, tempat ini menampung sekitar 20.000 orang.


Baca Juga
Wadaw! Ternyata Gini Kegiatan Sehari-hari Keluarga Kerajaan Inggris yang Bakal Bikin Kamu Garuk-garuk Kepala.
10 Jenis Makanan Ini Akan Membuatmu Gigimu Lebih Putih, Mau Nyoba?
Menyentuh, Anjing di Argentina Ini Menunggui Makam Majikannya Hingga 10 Tahun

  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close