Sabtu, 18 November 2017

Agar Lebih Bijak Bersosial Media, Ketahui dan Kenali Sisi Gelapnya

  • Rosiana
  • 16/08/2017 12:01 WIB
Agar Lebih Bijak Bersosial Media, Ketahui dan Kenali Sisi Gelapnya
EPIZONE.ID - Disadari atau tidak, sosial media mengubah interaksi dan gaya hidup manusia millenial. Manusia yang awalnya harus bepergian jauh untuk melepas kangen kini dimudahkan dengan adanya fitur video call. Begitu pula dengan interaksi dengan kelompok. Dulu. mau diskusi satu geng aja susahnya minta ampun. Sekarang ada fitur group chat yang memudahkan diskusi dan percakapan dalam satu tempat.

Berbagai kemudahan itu tentunya membawa pengaruh positif bagi kehidupan. Salah satunya adalah menghemat waktu. Bayangin aja dulu mau belajar kelompok harus sabar dan nunggu waktu bebas dari semua teman-teman. Bandingkan dengan sekarang yang dengan gampangnya bisa belajar kelompok lewat group chat. Tinggal foto lalu unggah ke grup, niscaya semua anggota akan langsung tau saat itu juga.

Bagai pedang bermata dua, selain kemudahan ternyata media sosial juga menyimpan sisi gelap yang mengancam. Mereka yang ketergantungan akan sosial media bahkan terisolasi dari dunia nyata. Berikut sisi gelap yang akan mengancam kalau kamu kecanduan pada sosial media.

1. Menginginkan pengakuan

sisi-gelap-sosial-media-menginginkan-pengakuan


terpapar berbagai konten sosial media setiap hari membuat seseorang jadi ingin mendapat pengakuan lebih dari lingkaran pertemanannya. Media sosial membaut setiap orang yang kecanduan termotivasi unuk mendapatkan berbagai pengakuan entah itu dari banyaknya "Love", "Like" maupun komen dalam setiap postingan. 

Mendapatkan pengakuan dari orang lain merupakan salah satu kebutuhan manusia. Tapi dengan sosial media, kebutuhan akan pengakuan menjadi lebih besar. Hal ini terasa seperti kontes popularitas online, dimana banyak orang akan merasa sangat puas dengan banyaknya interaksi dalam akun mereka. Dan sebaliknya mereka akan merasa kecewa jika postingan mereka sepi peminat.

Sisi gelap media sosial ini juga membuat setiap orang "berkompetisi" untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Setiap orang yang ingin mendapat pengakuan akan "memoles" profil mereka sebaik mungkin sesuai dengan keinginan banyak orang.

2. Banyak kepalsuan yang ditontonkan dan bisa berakibat pada penurunan kepercayaan diri seseorang

sisi-gelap-sosial-media-banyak-kepalsuan


Dengan banyaknya rang yang ingin mendapatkan pengakuan dari sosial media membuat setiap orang mulai berbondong-bondong untuk memulas profil mereka. Maraknya tren mengedit foto dengan berbagai aplikasi membuat orang semakin kehilangan kepercayaan diri. Mereka terlalau terpaku dengan tren dan gayahidup yang ditampilkan di sosial media.

Banyak juga yang menggunakan sosial media sebgai sarana untuk membohongi publik. 

Hati-hati! 9 Hal Ini Jangan Sampai Kamu Lakukan di Media Sosial


3. Ancaman Cyberbully di balik topeng sosial media

sisi-gelap-sosial-media-cyberbully

Dirangkum dari kumparan, dalam penelitian yang bertajuk Internet, Social Media Addiction Linked to Mental Health yang digarap oleh Dabi-Ellie Dube menemukan bahwa semakin lama seseorang menceburkan dirinya di sosial media, maka semakin rentan pula dirinya terhadap isu kesehatan mental.

Hal ini juga yang mendasari banyaknya cyberbullying di kalangan pengguna sosial media. Banyak orang beranggapan bahwa mereka bisa bersembunyi di balik profil sebuah akun sosial media. Akibatnya adalah banyak orang yang tak lagi takut untuk berkomentar dan mengeluarkan pendapat entah itu positif ataupun negatif.

Sisi gelap sosial media membuat orang merasa bahwa mereka bebas mengekspresikan apapun. Dengan berlindung di balik topeng anonim, setiap orang bisa mengeluarkan komentar negatif. Bahkan orang yang sangat pendiam di dunia nyata bisa berubah ganas saat bermain di sosial media.

Mereka bisa dengan bebas menyebarkan kebencian tanpa takut dibalas. Maka jangan heran kalau banyak orang yang dengan mudahnya menyebarkan kebencian, caci maki, bahkan berita-berita hoax. 

Lebih Produktif Saat Mager Dengan 5 Kegiatan Ini


4. Menurunkan produktivitas karena kecanduan membuka sosial media

sisi-gelap-sosial-media-menurunkan-produktifitas


Sosial media layaknya candu. Apalagi bagi generasi muda.  Terlalau sering berinteraksi di dunia maya juga bisa menurunkan produktivitas seseorang. Orang yang sudah kecanduan dengan dunia maya akan merasa ada yang hilang saat tak berinteraksi dengan sosial media barang sebentar saja. 

Pengguna sosial media yang aktif akan selalu mengecek akun sosial media setiap menitnya. Ini menjadikan sosial media sebagai sebuah gaya hidup dan berakhir pada ketergantungan yang berlebihan. Ketergantungan tersebut akan berakibat pada penurunan produktivitas seseorang. Belajar dan kerja jadi terganggu. Rugi kan?

Hal ini bisa terjadi karena waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan hal yang berguna bisa habis hanya untuk mengecek sosial media. Tak hanya waktu, konsentrasi juga bisa pecah. Orang-orang dengan ketergantungan tinggi akan sosial media akan mudah terdistraksi saat mengetahui ada notifikasi di akunnya. Pastinya ia akan langsung memilih untuk melihat notifikasi tersebut dariapada menyelesaikan pekerjaannya.

Nah daripada waktu habis buat sosial media, mending singkirkan sebentar alat komunikasi saat sedang bekerja.

7 Cara Ini Bakal Buat Harimu Lebih Produktif, Ternyata Nggak Ribet Lho...


5. Terlalu banyak menghabiskan waktu di sosial media bisa membuat seseorang jadi anti sosial

sisi-gelap-sosial-media-anti-sosial

Salah satu fungsi sosial media adalah untuk meningkatkan interaksi dengan banyak orang. Namun ternyata peneitian menunjukkan terlalu sering menhabiskan waktu di sosial media malah membuat seseorang menjadi anti sosial. Ia akan sibuk dengan dunia online-nya ketimbang berinteraksi dengan orang di sekitar.

Kecenderungan berinterakasi di sosial media juga bisa membuat seseorang terisolasi. Ia akan sulit membangun interaksi dengan orang lain. Selain itu, orang-orang dengan kecenderungan di media sosial ini juga akan merasa terisolasi dan terungkung dari kehidupan nyata. 

Fenomena ini malah membuat beebrapa tempat makan tidak menyediakan sarana Free WiFi. Disaat banyak cafe yang mengunggulkan kecepatan koneksi internet, cafe-cafe tanpa WiFi tersebut malah menyediakan ruang bagi pengunjungnya untuk sekedar lepas dari jerat sosial media. 

7. Waktu dan tenaga habis hanya untuk mengurusi orang lain 

sisi-gelap-sosial-media-waktu-dan-tenaga-habis

Sering stalking? komen di akun tertentu? atau malah jadi haters? Nah ini nih sisi gelap sosial media yang menjangkiti banyak orang. Waktu dan tenaga habis hanya untuk mengurusi orang lain. Mereka merasa bisa untuk berbuat sesuatu terhadap orang lain melalui sosial media. Kamu akan dengan mudahnya tahu informasi seseorang hanya dengan bermodal stalking akunnya. Namun apa itu sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan? 


Agar tak semakin kecanduan, alangkah baiknya berhenti sejenak dari keramaian sosial media. Banyak kok tokoh dan artis yang nggak punya sosial media, namun tetap bisa berprestasi. Contohnya aja Kristen Stewart atau Reza Rahadian. Mereka memilih untuk nggak meceburkan diri dalam hiruk pikuk sosial media. Namun apa yang terjadi dengan orang-orang tersebut bisa menjadi inspirasi. Malah mereka bisa lebih produktif dalam bekerja dan berkarya tanpa pusing mikirin dunia maya.

Baca Juga
Lakukan 7 Hal Ini Agar Idemu Tak Lagi Dibajak
Jadi Pendengar yang Baik Ternyata Bisa Bikin Kamu Jadi Pemimpin yang Baik Juga
Kekayaannya Nggak Tanggung-tanggung, 5 Orang Ini Menjadi Penulis Terkaya Di Dunia

  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close