Sabtu, 18 November 2017

Gletser di Tengah Gurun, Fenomena Buatan yang Mempesona

  • Rosiana
  • 23/08/2017 11:48 WIB
Gletser di Tengah Gurun, Fenomena Buatan yang Mempesona
EPIZONE.ID - Hamparan gurun yang mempesona di antara 2 pegunungan tinggi dunia, Himalaya dan Kunlun. Adalah Ladakh, salah satu wilayah di Utara India yang memiliki pesona tersebut. 

LADAKH, NEGERI DIATAS AWAN

Ladakh berarti "land of high passes" atau "tanah dengan ketinggian yang tinggi". Berada di antara 2 wilayah India yaitu Jammu dan Kasmir juga diapit oleh 2 pegunungan tertinggi di dunia, menjadikan wilayah Ladakh sebagai tempat tinggal tertinggi di dunia. 

Keistimewaan wilayah ini terdapat pada cuaca dan iklimnya. Meski memiliki 4 musim, namun Ladakh juga punya perbandingan cuaca yang sangat ekstrim. Saat panas, suhu daerah ini bisa mencapai 35 derajat celcius dan malam hari bisa turun hingga 3 derajat. Begitu pula dengan musim dingin di daerah ini yang bisa mencapai -50 derajat celcius. 

Saking ekstrimnya suhu disana, banyak orang yang mengatakan bahwa seseorang bisa langsung terkena suntroke (tidak bisa lagi merasakan dingin tubuh karena merasa terlalu panas) dan serangan dingin pada saat bersamaan. 

Penampakan ladakh
Penampakan wilayah Ladakh, India

Seperti gurun pada umumnya, curah hujan di daerah ini juga sangat kurang. Bahkan air yang menjadi sumber penghidupan datang dari salju dan es yang mencair. Hal ini menyebabkan kondisi tanah di Ladakh sangat tandus dan kering. Posisinya yang terletak di antara pegunungan Himalaya membuat kontur wilayah ini penuh dengan perbukitan terjal dan jurang. 

Masayarakat Ladakh menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Namun kurangnya pasokan air di wilayah ini membuat pertanian terhambat,ditambah volume gletser yang semakin menyusut akibat pemanasan global. Tak ada sumber air yang bisa digunakan, gletser yang semakin menyusut manambah pelik permasalahan yang ada.

Solusinya? dengan membuat gletser buatan. 


GLETSER BUATAN DI TENGAH KEKERINGAN

Untungnya ada seorang ilmuwan asli daerah tersebut yang tercetus untuk memanfaatkan gletser. Ia berpikir, jika tak ada sumber daya yang bisa memnuhi kebutuhan masyarakat Ladakh, maka satu-satunya cara adalah dengan mamanfaatkan atau membuat gletser yang bisa tahan di segala cuaca.

Pada tahun 2014 Sonam Wangchuk, ilmuwan yang menginisiasi pembuatan gletser buatan itu mulai merealisaasikan idenya. Melansir dari CNN, ilmuwan asli Ladakh ini memiliki ide untuk menyeimbangkan defisit air dari mencairnya es dan salju di musim dingin dan menyimpannya untuk musim panas saat para petani sangat membutuhkannya. 

Sonam Wangchuk
Sonam Wangchuk, penggagas ide stupa es

"Saya pernah melihat es di bawah jembatan di bulan Mei dan mulai mengerti bahwa mataharilah yang membuat es mencair, bukan suhu sekitar," ucapnya kepada CNN.

Lalu dia menyadari bahwa es dapat bertahan dataran rendah dalam waktu yang lama asal tak terkena sinar matahari. Hal inilah yang menjadi ide utama dalam pembuatan gletser buatan ini. Ia lalu membuat 2 purwarupa "Stupa Es" berbentuk kerucut yang berguna untuk menyimpan es. Diberi nama stupa karena stupa karena bentuknya menyerupai monumen suci yang terdapat di daerah Asia. 

pembangunan stupa es
Proses pembuatan stupa es


STUPA DAN GLETSER

Cara kerja dari stupa ini adalah dengan menanamkan pipa di bawh tanah. Hebatnya stupa ini dibuat tanpa menggunakan kekuatan atau pompa. Alat ini hanya memanfaatkan keberadaan hulu, hilir juga gradien. Menghubungkan arus air dan lokasi dimana stupa es dibutuhkan, biasanya di samping sebuah desa. Air harus datang dari ketinggian yang lebih tinggi, biasanya sekitar 60 meter atau lebih sehingga bisa mengalir tanpa hambatan.

prototype stupa es
Purwarupa stupa es

Stupa es tersebut bisa bertahan di ketinggian yang rendah dan dalam suhu yang sangat hangat. Sebenarnya gletser buatan yang lain bisa ditemukan di wilayah sekitar Ladakh, namun usaha sebelumnya gagal karena tempatnya yang kurang teduh, perlu banyak perawatan juga terlalu jauh dari ladang.

Stupa ini akan terlihat cantik saat sedang menyemprotkan air. Namun ada penjelasannya, ternyata cairan dalam sistem selalu ingin mempertahankan levelnya, air dari 60 meter ke hulu akan menyemprotkan 60 meter air ke udara keluar dari pipa hilir, hingga menciptakan air mancur.

Suhu udara pembekuan melakukan sisanya, air yang menyembur segera mengkristal. Tetesan air yang keluar segera menjadi es yang jatuh tepat di bawah dan membentuk kerucut. 
Stupa es yang berbentuk kerucut ini membuat pelelehan es menjadi sangat lambat. Stupa es ini berdiri setinggi 20 kaki dan menampung 150.000 liter air.

Stupa es
Penampakan stupa es

Ide cerdas ini bisa digunakan untuk menyimpan air dalam bentuk es selama musim dingin hingga pertengahan bulan Mei. Selanjutnya, es akan mencair tepat ketika dibutuhkan untuk irigasi, dan voila gletser buatan ini dapat dinikmati.

Purwarupa stupa es ini sangat berguna apalagi untuk daerah Ladakh yang sangat kering. Sonam berharap alat ini bisa digunakan secara masif untuk mengatasi krisis kekurangan air. Ke depannya, ia menambahkan, alat ini juga bisa digunakan untuk menumbuhkan pohon di daerah Ladakh. 

stupa es

Baca Juga
7 Penemuan Paling Tak Berguna Yang Pernah Ada
Tragis!! 10 Orang Jenius Ini Terbunuh Oleh Penemuannya Sendiri
7 Penemuan Benda Bersejarah Ini Jadi Bukti Bahwa Dunia Masih Punya Banyak Misteri

  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close