Sabtu, 18 November 2017

Cantik Itu... Hitam atau Putih?

  • Rosiana
  • 25/08/2017 13:32 WIB
Cantik Itu... Hitam atau Putih?
EPIZONE.ID - Apa yang ada di benakmu saat mendengar kata cantik? Pasti model tinggi, langsing dan putih yang sering tampil di televisi. Tak salah jika beranggapan seperti itu. 

Bahkan ada sebuah suku di Afrika yang menganggap perempuan cantik adalah mereka yang memiliki bobot tubuh diatas rata-rata alias gemuk. Tradisi ini sudah ada sejak dulu, dan setiap perempuan yang akan menikah akan diberikan berbagai macam makanan serta dilarang mengerjakan pekerjaan. Hal ini bertujuan agar tubuh mereka menjadi gemuk dan siap untuk menikah.

standar kecantikan wanita afrika
via marieclaire

Seiring dengan berkembangnya media, kini definisi 'cantik' pun perlahan-lahan mulai berubah. Di berbagai belahan dunia, orang yang memiliki kulit putih dipandang telah memenuhi standar kecantikan. Sedangkan orang-orang dengan kulit gelap dipandang sebagai orang-orang yang 'gagal' mendapatkan 

Kini standar kecantikan setiap orang sudah mulai berubah dan menjadi serupa. Orang-orang yang ingin dianggap cantik harus memenuhi berbagai standar yang diberikan masyarakat, seperti kulit putih, mata lebar dan hidung mancung. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang berbondong-bondong mendatangi klinik kecantikan untuk membuat wajah dan tubuh mereka seperti yang diinginkan.

Ini Dia Manfaat Dari Memiliki Kulit Gelap yang Tak Akan Dirasakan Oleh Orang Berkulit Putih



Kecantikan yang Dieksploitasi

kecantikan terkadang dieksploitasi untuk kebutuhan bisnis

Kulit putih memang jadi dambaan bagi sebagian besar wanita di Asia. Media bahkan menjadi penyebab utama mengapa semua orang berbondong-bondong ingin memiliki kulit yang putih bersih. Berbagai produk pemutih mulai dari bedak, lotion, krim dan tabir surya ramai-ramai menggunakan mempromosikan keindahan memiliki kulit putih.

Ramai orang yang rela merogoh kocek hanya untuk perawatan kulit. Padahal bila dicermati, kulit orang-orang Asia yang beragam malah terlihat lebih cantik dan eksotis dengan caranya sendiri. 

Standar kecantikan yang senada membuat beberapa perusahaan ramai membuat produk kecantikan dengan harapan banyak orang yang mulai memakainya. Dengan menggunakan model yang hampir sama, standar kecantikan masyarakat semakin dibentuk agar ramai orang membeli produk mereka. 

Coba bayangkan jika di Indonesia tak semua orang memandang kulit putih sebagai salah satu patokan kecantikan. Malah sebaliknya ada orang yang melihat bahwa kulit kuning atau hitam malah terlihat lebih menarik, tentu kita tak perlu pusing menghabiskan uang hanya untuk produk dan perawatan kulit putih. 

Hitam atau Putih?

kulit hitam? nggak masalah

Sudah sejak lama jika orang-orang Asia memimpikan memiliki kulit putih berseri. Kita sering menganggap bahwa wanita cantik adalah mereka yang emmiliki kulit putih. Sebaliknya kulit hitam sering mendapat diskriminasi dan dianggap rendah hanya karena tampilan mereka yang berbeda.

Padahal jaman dulu, berbagai suku di Indonesia punya standar kecantikan yang berbeda. Contohnya saja, suku Dayak di Kalimantan. Mereka menganggap seseorang cantik dari seberapa panjang dan lebar lubang telinga. Atau wanita di Papua yang dianggap cantik jika mereka memiliki tatoo di tubuhnya. 

Namun sekarang hampir semua orang terlihat sama. Ini karena standar kecantikan yang jadi patokan sudah berubah. Cantik seakan terbagi menjadi 2 kubu. Hitam atau Putih. Seakan di dunia hanya terbagi dengan orang cantik dan orang jelek saja. 

Hingga jarang sekali ada wanita yang terlihat berkeliaran tanpa makeup tebal. Mereka seolah berlomba-lomba untuk menampilkan kecantikan wajah yang dibalut dengan berbagai produk kecantikan. Bahkan ada yang sampai menggunduli alis dan mengubahnya dengan alis palsu. Geezz buat apa coba?

Cantik tak Hanya yang Terlihat Dari Luar

standar kecantikan, cantik tak hanya terlihat dari luar

Wajar apabila yang pertama kali menarik dari diri seseorang adalah kecantikan fisiknya. Penampilan luar seseorang memang mudah untuk dikenali. Bahkan tak jarang orang langsung memberikan stigma pberdasarkan penampilan fisiknya.

Penampilan fisik memang perlu untuk menunjukkan kepribadian kepada orang yang baru pertama kali ditemui. Namun jika sudah mengenal kepribadian, kecantikan fisik menjadi tak terlalu dipedulikan. 

Karena kecantikan sesungguhnya adalah berasal dari hati. Ketika hati telah didandani, maka fisik akan menyertai.

Gokil! Orang-orang Ini Bikin Tato Konyol dari Kulit yang Kebakar Matahari


Pada Akhirnya Seseorang Merasa Cantik Saat Ia Bisa Menghargai Dirinya Sendiri

standar kecantikan, nyaman dengan diri sendiri

Buat apa cantik kalau tak bisa menghargai diri sendiri?

Kecantikan seseorang muncul saat orang tersebut mau menghargai diri sendiri apa adanya. Ia bisa menerima tubuh yang diberikan tanpa harus banyak mengeluh. Hal tersebut memang susah untuk orang yang terlahir dengan kepercayaan diri yang rendah.

Saat rasa percaya diri itu muncul, maka tanpa disadari seseorang akan langsung nyaman dengan tubuhnya, dengan apa yang dipakainya. Dan penghargaan diri itulah yang membuat aura kecantikan sesornag bisa terpancar. 

Buat kamu yang ngebet pengen terlihat seperti artis, coba deh untuk mencintai dirimu sendiri. Yakin kok aura cantikmu akan langsung terpancar. *ciiaat ciaat

Baca Juga
Gletser di Tengah Gurun, Fenomena Buatan yang Mempesona
Makhluk-makhluk Tak Kasatmata, Siapa Saja Mereka?
Sonam Wangchuk, Ilmuwan yang Jadi Inspirasi Karakter Punsukh Wangdu di 3 Idiots

  • Tags

Related Posts

Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close