Rabu, 17 Oktober 2018

Selain Berimajinasi, Membaca Buku Cerita Juga Membuat Orang Lebih Mudah Berempati

  • Rosiana
  • 05/12/2017 16:53 WIB
Selain Berimajinasi, Membaca Buku Cerita Juga Membuat Orang Lebih Mudah Berempati
EPIZONE.ID - Membaca itu tak selalu identik dengan kutu buku. Sedari kecil kita selalu diberi gambaran bahwa orang-orang yang gemar membaca kerap diidentikkan dengan mereka yang berkacamata tebal dan selalu membawa buku berat kemana-mana. Well mungkin dulu iya, namun sekarang orang-orang yag dianggap "cool" pun juga sudah banyak yang gemar membaca buku. Tak hanya buku-buku berbau ilmiah aja, buku-buku cerita baik fiksi mapun nonfiksi juga sudah mulai dilirik oleh banyak kalangan.

Sekarang ini kita mudah menemukan remaja-remaja berpenampilan kece yang kemana-mana membawa satu atau dua buah buku cerita atau segerombolan remaja yang sedang mendiskusikan alur cerita sebuah buku. Buku kini tak hanya sebagai simbol untuk orang-orang yang dianggap cerdas dan pandai aja, tapi juga sudah menjadi tren yang menambah kadar kegantengan atau kecantikan seseorang. Coba deh tengok berapa jumlah selebgram yang mulai mengunggah foto dengan buku. Entah buku tersebut emang beneran dibaca atau cuma sebagai properti yang mempercantik komposisi sebuah foto yang diunggah.

Nah biar buku nggak cuma jadi simbol aja, kamu juga perlu untuk tahu salah satu manfaat penting sering membaca buku. Membaca buku tak hanya sebatas menambah informasi dan daya imajinasi. Lebih dari itu, membaca buku khususnya buku cerita juga membuat orang lebih mudah berempati. Orang-orang yang sering membaca buku cerita lebih mudah memahami suatu keadaan dan suasana daripada mereka yang jarang membaca cerita. Mengutip dari laman Kompas Sains, penelitian membuktikan bahwa membaca meningkatkan aktivitas otak dan kemampuan analisis yang mampu mencerminkan bagaimana orang berperilaku dan mengontrol emosinya. 

Baca Juga : Ngaku Penggemar Buku? Ini Dia 10 Tipe Pembaca Buku yang Wajib Kamu Tahu

Membaca buku membuat seseroang menjadi lebih berempati


Penelitian ini dilakukan pada tahun 2013 di Emory University dengan membandingkan hasil pemindaian orang-orang yang sering membaca dengan orang yang jarang membaca. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa aktivitas otak meningkat pada orang-orang yang memiliki kebiasaan membaca, setelah sebelumnya mereka diharuskan membaca cerita fiksi. Aktivitas ini meningkat terutama pada bagian pemahaman bahasa dan visualisasi gerakan. Fungsi kedua area otak ini ternyata berperang penting dalam membangun emosi dan juga empati seseorang. 

Penelitian lain yag dilakukan oleh para peneliti dari University of South Carolina juga menunjukkan hal yang serupa. Para peneliti bahkan menemukan pola aktivitas otak ketika seseorang menemukan makna dalam suatu cerita, terlepas dari bahasa dan asal mereka lewat pemindaian otak MRI. Penelitian ini menemukan bahwa otak masih tetap dapat merespon alur cerita meskipun disampaikan dengan tiga bahasa yang berbeda, yaitu Bahasa Inggris, Persia, dan Mandarin.

Dari studi ini disimpulkan bahwa para peserta merasakan empati dari paparan narasi cerita meskipun dibawakan dengan bahasa yang berbeda. Hal ini membuktikan bahwa cerita naratif memiliki efek yang luas dalam memicu kesadaran diri dan empati meski disampaikan melalui perantara bahasa dan abjad yang berbeda. 

Selain melatih kesadaran diri dan membuat orang menjadi lebih berempati, membaca cerita juga memiliki manfaat lain yakni sebagai langkah ampuh untuk mencegah penyakit alzheimer. Seperti kita tahu, penyakit pikun ini sering menyerang orang-orang dengan usia lanjut. Oleh karena itu membaca merupkan cara terbaik agar terhindar dari beragam penyakit otak seperti demensia dan alzheimer.

Membaca cerita khususnya fiksi juga bisa mencegah stress dan depresi. Ini karena kita akan merasa terbawa dengan suasana yang diciptakan oleh si penulis. Suasana dan emosi yang diciptakan akan membuat kita merasa berada di dunia karakter dalam cerita. kita akan merasakan apa yang penuis ingin pembaca rasakan saat mereka membaca karyanya. Pengalaman inilah yag membuat para pembaca merasa bisa megalihkan permasalahan sementara dengan dunia imajinasi yang dibangun dari cerita fiksi. 

Baca Juga
Kalo Dikumpulin Waktumu Buat Main Sosmed dalam Setahun Bisa Buat Baca 182 Buku, Gini Perhitungannya
Inilah 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Rajin Baca Buku
Wow.. Ini Dia 10 Buku Tertua Di Dunia. Salah Satunya dari Emas Lho



  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close