Jumat, 22 Juni 2018

Bahaya Karbon Monoksida yang Terhirup oleh Tubuh

  • Rosiana
  • 21/12/2017 15:07 WIB
Bahaya Karbon Monoksida yang Terhirup oleh Tubuh
EPIZONE.ID - Kasus meninggalnya personel SHINee akibat bunuh diri menjadi berita yang menggemparkan. Kim, yang lebih dikenal dengan nama panggng Jong-hyun, ditemukan tak sadarkan diri di apartemen kontrakannya di kawasan Cheongdam-dong, bagian selatan Seoul, sekitar pukul 18.10 waktu setempat.

Sontak berita tersebut mengagetkan masyarakat terutama para pecinta Kpop. Kabar meninggalnya salah satu personel boyband yang sangat digemari di kawasan Asia akibat keracunan gas karbon monoksida ternyata menjadi viral. Sebelum ini, banyak pula kasus bunuh diri menggunakan gas karbon monoksida. Percobaan menghilangkan nyawa dengan karbon monoksida dianggap sebagai cara bunuh diri paling cepat dan tanpa rasa sakit.

Padahal, jika ditelisik lebih lanjut, paparan karbon monoksida membuat seseorang merasa tercekik hingga tidak bisa bernafas. Tentu hal ini juga akan terasa menyakitkan. Bahkan orang-orang yang mampu selamat dari keracunan gas ini berpotensi mengalami berbagai masalah seperti kelainan syaraf, gagal jantung hingga kelumpuhan. 

Gas ini juga terkenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Ini karena karbon monoksida tak memiliki bau menyengat dan juga tak berwarna. Bahaya inilah yang membuat korban sering tak sadar jika mereka terpapar gas beracun ini. Seseorang yang terkena gas karbon monoksida ini baru mengetahui ketika tubuh mereka melakukan reaksi seperti orang sakit. 

Jika sudah terlalu lama terpapar karbon monoksida akibatnya akan semakin berbahaya. Nyeri dada, sesak napas, vertigo hingga kerusakan otak pun bisa terjadi. Paparan gas karbon monoksida juga sangat berbahaya bagi wanita hamil dan janin yang sedang dikandungnya. 

Jika jumlah karbon monoksida yang masuk ke tubuh masih sedikit, maka korban masih bisa diselamatkan. Namun jika jumlahnya melebihi ambang batas, maka nyawa korban bisa langsung meninggal. Seseorang yang terkena karbon monoksida akan merasakan efek seperti tercekik karena tidak bisa bernapas. Yang paling parah adalah, gas ini dapat membuat tubuh kekurangan oksigen dan pada akhirnya mengalami keracunan. Akibatnya orang yang terkena gas karbon monoksida bisa langsung meninggal seketika. 

Melansir dari BBC Indonesia, konsentrasi gas karbon monoksida yang diperbolehkan terpapar dalam tubuh adalah 0,01% (100 ppm), dalam rentang waktu delapan jam dan 0,04 (400 ppm) dalam waktu satu jam. Apabila jumlah karbon monoksida yang terhirup lebih dari itu, maka gas ini akan mengikat hemoglobin dan mengakibatkan terhambatnya pasukan oksigen ke organ-organ vital di dalam tubuh. 

Salah satupencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan alat pendeteksi (detektor) gas karbon monoksida. Alat tersebut bisa digunakan ketika seseorang memasuki tempat atau ruangan yang berpotensi penuh dengan karbon monoksida. Selain itu, jika rumah memiliki peralatan sepertipenghangat air, kompor gas, atau perapian, maka kamu harus sering-sering mengeceknya agar tidak terjadi kebocoran. 

Baca Juga
Miris Banget Lihatnya! Begini Kondisi Mengerikan Setelah Serangan Gas Beracun di Suriah
Tragis!! 10 Orang Jenius Ini Terbunuh Oleh Penemuannya Sendiri
Ini Foto Terakhir dan Caption Dramatis yang Diunggah Pratyusha Banerjee, Pemeran Anandhi yang Meninggal Bunuh Diri



  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close