Kamis, 20 September 2018

Ngeri, Masyarakat Suku Ini Tak Segan Untuk Membunuh Setiap Orang yang Berani Masuk Wilayah Mereka

  • Rosiana
  • 27/12/2017 15:17 WIB
Ngeri, Masyarakat Suku Ini Tak Segan Untuk Membunuh Setiap Orang yang Berani Masuk Wilayah Mereka
EPIZONE.ID - Pernah menonton film Kong dimana para pemain film terdampar di pulau antah berantah dengan penduduk asli yang menyembah pada seekor kera raksasa? Seperti itulah keadaannya jika kamu juga terdampar di pulau ini. Pulau yang bernama North Sentinel Island atau pulau Sentinel Utara ini memiliki keunikan tersendiri. Pulau yang merupakan salah satu bagian dari gugusan kepulauan Andaman ini terletak di Samudera Hindia tepatnya di Teluk Benggala, India. 

Jika kamu mencari keberadaan pulau ini lewat Google Maps atau Earth, pulau ini terlihat sangat eksotis dengan hutan hijau yang masih alami. Hutan tropis di pulau ini memiliki pemandangan yang sangat indah, ditambah dengan pantai cantik berpasir putih membuat banyak orang pasti ingin pergi kesana. Namun semua pemandangan ini tak berarti ketika kamu harus berusaha mempertahankan diri dari penduduk asli  yang berusaha menyerang siapa saja yang datang. Yap pulau ini masih menyimpan misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. 

Hampir sama dengan adegan dalam film Kong, pulau Sentinel Utara ini memiliki penduduk asli yang akan menyerang siapa saja yang memasuki wilayah mereka. Berbeda dengan suku-suku lain yang menerima pendatang dengan tangan terbuka, suku Sentinel (demikian mereka disebut) melindungi dirinya dari serangan dan pengaruh asing dengan sangat baik.

letak pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman
Letak pulau Sentinel Utara yang berada di gugusan kepulauan Andaman

Ini terbukti dengan kondisi mereka yang belum tersentuh peradaban modern hingga saat ini. Bahkan saking misteriusnya, belum ada satu orang pun yang berhasil mengungkap kehidupan suku primitif ini. Mereka sangat berbahaya dan bahkan tak segan-segan menyerang dan membunuh setiap orang yang berusaha mendekat ke wilayah mereka. Beberapa kali tim peneliti juga berusaha untuk melakukan kontak dengan suku ini. Namun hasil yang didapat selalu sama.

Mereka gagal untuk melakukan kontak lebih lanjut dengan suku Sentinel. Tak diketahui secara pasti berapa jumlah asli penduduk pulau ini. Ada yang beranggapan bahwa mereka berjumah 50 hinga 400 orang. Namun segala perhitungan tersebut belum pasti mengingat belum pernah ada orang yang berhasil memasukinya.

4 Pulau Asing dan Berbahaya yang Sebaiknya Tak Dikunjungi

pemandangan pulau Sentinel Utara dari atas
Pemandangan pulau Sentinel Utara dari atas, cantik ya???

TAK SEGAN MEMBUNUH

Melansir dari Dailymail, pulau Sentinel Utara ini memiliki luas sebesar kota Manhattan. Namun dengan luas wilayah yang tak seberapa besar itu, belum ada seorang pun yang berhasil tinggal lebih dari satu hari di daratan pulau ini. Beberapa orang yang berhasil melakukan kontak dengan suku ini pulang dengan tangan hampa.

Konon mereka memilih untuk menolak segala pengaruh dari luar, bahkan kontak dengan orang-orang asing sekalipun. Ketika mereka berinteraksi dengan dunia luar, pasti ada kekerasan disana. Salah satunya ketika kapal barang berbendera Panama yang berlayar dari Hongkong kandas di bebatuan karang pulau ini. Kapal yang bernama Primrose tersebut kemudian mencari bantuan lewat radio.

Lalu beberapa hari kemudian, penduduk sekitar segera datang dan mulai menyerang awal kapal dengan serangan anak panah. Kapten kapal kemudian segera mencari bantuan tercepat lewat udara. Segera setelah bantuan helikopter datang, seluruh kru berhasil dievakuasi dan selamat kembali ke tempat mereka. Kini bangkai kapal Primrose pun dibiarkan terdampar di perairan pulau tersebut. 

Bukan hanya itu saja, pada tahun 2006 dua orang nelayan dibunuh oleh penduduk setempat. Peristiwa ini kembali menarik perhatian dunia dan membuat suku ini terkenal karena kebuasannya pada para pendatang. Bahkan helikopter yang mencoba mengambil jenazah nelayan tersebut dihujani oleh tembakan anak panah dan tombak. 

Namun anggapan banyak orang bahwa suku Sentinel ini adalah para kanibal nampaknya salah. Ini karena dua jenazah nelayan yang mereka bunuh langsung dimakamkan dan diberi patok, seolah menjadi peringatan bagi siapapun yang berani memasuki area mereka. Akibat peristiwa ini pemerintah India pun mengeluarkan larangan bagi siapapun untuk mendekati pulau Sentinel Utara dalam radius 3 mil. Pemerintah bahkan menetapkan bahwa pergi ke tempat tersebut merupakan aksi kejahatan. Hal ini dilakukan agar kedua belah pihak baik suku asli dan orang luar terhindar dari konflik yang tidak diperlukan.

Ini Nih 7 Pulau Tak Berpenghuni yang Paling Cantik di Dunia, Layak Disebut Surga

Bangkai kapal primrose yang masih tertinggal hingga saat ini
Bangkai kapal Primrose yang masih terdampar hingga saat ini


MENDEKAT

Awalnya tidak ada yang tahu jika pulau ini dihuni oleh manusia. Suku ini ditemukan pada awalnya oleh para penjelajah Eropa yang mencoba untuk menganeksasi setiap wilayah yang ditemui. Pada tahun 1880 seorang penjelajah Eropa yang dipimpin oleh MV Portman menculik 6 orang anggota asli pulau ini.

Namun sayang lima orang diantara mereka meninggal dunia karena tak kuat hidup di dunia luar dan tertular berbagai penyakit yang dibawa oleh para penjelajah. Sedangkan satu orang sisanya terpaksa dikembalikan dengan banyak hadiah dengan harapan mereka masih mau bertemu dan berhubungan dengan penjelajah tersebut. Cara ini wajar dilakukan pada saat itu untuk membuka kontak dengan suku yang masih primitif. 

Tak hanya para penjelajah pada jaman itu, pemerintah India juga pernah berupaya untuk berkomunikasi dengan mereka namun tidak berhasil. Percobaan pertama dilakukan pada tahun 1967, dimana pemerintah India mencoba melakukan kontak dan mendokumentasikan kegiatan suku ini. Penelitian ini dipimpin oleh seorang antropolog bernama T. N. Pandit.

Rombongan peneliti tersebut meninggalkan sejumlah hadiah seperti buah-buahan, babi, kelapa dan peralatan lain lalu meninggalkan isyarat untuk mereka. Namun upaya yang dilakukan oleh rombongan peneliti ini harus menelan kekecewaan karena sambutan yang tak ramah dari suku ini.

Kemudian pada tahun 1991, seorang antropolog India bernama Madhumala Chattophadhyay mencoba untuk menjalin komunikasi lagi dengan penduduk suku ini. Kontak kedua tersebut agaknya berhasil karena penduduk suku Sentinel menerima berbagai hadiah yang diberikan. Beberapa orang bahkan terlihat ingin tahu dengan rombongan ini. Beberapa kali rombongan ini berhasil berkunjung tanpa serbuan anak panah ke pulau Sentinel Utara.

Namun penelitian dan usaha ini agaknya harus berhenti karena pemerintah India mulai memberikan larangan setiap orang memasuki wilayah ini. Hal ini dilakukan untuk melindungi penduduk suku Sentinel dari beragam penyakit yang bisa dibawa oleh para pendatang yang juga bisa mengancam keberadaan mereka. Sentinel Utara termasuk salah satu pulau terpencil yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Ini karena pulau dan penduduk asli yang mendiaminya dilindungi oleh pemerintah setempat.

Sejak saat itu, penduduk pulau ini kembali kehilangan keramahtamahannya. Segera setelah bencana tsunami tahun 2004 yang menelan korban ratusan ribu jiwa, sebuah helikopter penjaga pantai India mengirimkan bantuan berupa makanan kepada penduduk pulau ini. Namun sambutan yang diberikan sunguh di luar dugan. Mereka kembali menyerang helikopter bantuan tersebut dengan anak panah dan tombak.

Penduduk asli pulau Sentinel Utara yang mencoba untuk memanah helikopter yang datang
Seorang penduduk pulau Sentinel Utara yang mencoba memanah helikopter yang datang

TERANCAM PUNAH

Suku yang mendiami kawasan pulau Sentinel Utara ini diperkirakan hidup dari alam dan berburu makhluk laut. Suku ini barangkali merupakan suku paling terisolasi di dunia. Pemerintah India pun memilih untuk tak ikut campur dengan ke dalam urusan suku ini. Namun Badan International Survival yang memberikan pelayanan advokasi dan hak kepada suku-suku terpencil mengatakan bahwa isolasi terhadap suku ini malah mengancam keberadaan mereka. 

Mereka berpendapat bahwa penduduk suku ini merupakan masyarakat yang paling rentan terkena dampak epidemi. Kemungkinan mereka musnah akibat penyakit sangat tinggi. Dalam pernyataannya, Steven Cory, direktur badan amal ini mengatakan bahwa suku-suku di Kepulauan Andaman juga musnah akibat penyakit yang dibawa oleh pemrintah kolonial Inggris pada tahun 1800-an. 

Sumber : Business Insider, All that Interesting, Intisari online, Dailymail

Baca Juga
5 Fakta tentang Suku Baduy yang Bakal Bikin Kamu Shock
Gaya Rambut Unik Ala Suku Amasunzu Ini Bakal Bikin Kamu Jatuh Cinta
5 Desa Paling Unik di Dunia, Penduduknya Bukan Manusia Biasa Loh


  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close