Jumat, 20 April 2018

Bakteri Ini Mampu Kumpulkan Emas dari Limbah Elektronik, Kok Bisa?

  • Rosiana
  • 25/01/2018 16:27 WIB
Bakteri Ini Mampu Kumpulkan Emas dari Limbah Elektronik, Kok Bisa?
EPZIONE.ID - Kamu punya barang elektronik yang sudah tak terpakai? Apa yang biasanya kamu lakukan dengan sampah elektronik tersebut? Langsung membhuangnya atau malah masih disimpan sebagai kenang-kenangan?

Jika kamu terbiasa membuang sampah elektronik ke pengepul, mungkin kamu harus tahu penelitian berikut. Melansir dari laman ABC, sebuah penelitian di Australia tengah  mengembangkan sebuah tambang emas baru berbahan dasar limbah elektronik. Para ahli tersebut sedang mengembangkan bakteri yang mampu mengumulkan jejak emas dalam limbah elektronik dan mengubahnya menjadi potongan emas.

Tentu saja berita ini jadi perbinangan hangat. Seperti yang kita tahu bahwa limbah elektronik mengandung jejak emas meski hanya sedikit, namun jika limbah yang dikumpulkan mencapai ukuran tertentu, maka emas yang diperoleh pun juga berlimpah. Harapannya di masa depan kita tak risau lagi untuk membuang barang-barang elektronik yang kita miliki. 

Menurut Associate Professor dari University of Adelaide, Frank Reith, dalam setiap limbah elektronik terdapat kandungan emas, temuan tentang bakteri ini tentunya memberi dampak yang signifikan bagi para penambang emas. Apalagi ditambah fakta bahwa penggunaan barang elektronik yang meningkat pesat. Penemuan ini sekaligus mampu mengurangi dampak penambahan jumlah libah elektronik yang jumlahnya semakin mengkhawatirkan. 

Limbah yang digunakan sebagai bahan baku penambangan emas
Papan sirkui yang digunakan dalam percobaan penambangan emas pleh bakteri yang ditemukan di Kilkivan

Para peneliti ini tergabung dalam sebuah perusahaan yang bernama Mint Innovation yang berpusat di New Zealand. Perusahaan ini tengah meluncurkan program teknik pemulihan emas pada limbah elektronik yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2019 mendatang. 

"Kami bekerja dengan limbah elektronik sebagai bahan baku, dan sedang menguji coba sebuah proses yang menggunakan mikroba sebagai metode untuk memurnikan logam mulia dari campuran logam lain yang dikandung dalam papan sirkuit tua," ujar Dr Ollie Crush selaku Chief Strataegy Officer dalam penelitian ini.

Para peneliti juga menguji biji emas yang terdapat dari West Coast Crek, dan hasilnya proses daur ulang emas ini membutuhkan waktu 17 hingga 58 tahun. John Parson, pemilik lokasi tambang di Kilkivan yang menjadi tempat ditemukannya bakteri ini menyebut bahwa baketri yang ditemukan di tanahnya juga mampu menyaring logam lain seperti perak dan tembaga. 

Dengan penemuan ini parap peneliti berharap bahwa penambangan emas dan pembuangan limbah elektronik mampu dikurangi untuk menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan. 

Jadi masih berpikir mau membuang sampah elektronikmu?

Baca Juga
Wow.. Ini Dia 10 Buku Tertua Di Dunia. Salah Satunya dari Emas Lho
Nggak Nyangka, Pengemis Dubai Ini Berpenghasilan Ratusan Juta Rupiah
Pemeran Tinky Winky di Serial Teletubbies Meningal Dunia

  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close