Kamis, 24 Mei 2018

Ternyata Ini Sejarah Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional

  • Rosiana
  • 21/02/2018 11:26 WIB
Ternyata Ini Sejarah Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional
EPIZONE.ID - Banyak yang belum tahu jika pada tanggal 21 februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh Organisasi Ilmu Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sejak tahun 1999. Peringatan ini diadakan sebagai salah satu penghormatan bagi keberadaan bahasa ibu di seluruh dunia.

Tanggal tersebut dipilih sebagai peringatan akan peristiwa protes besar-besaran yang terjadi di Bangladesh pada tanggal 21 Februari 1952. protes tersebut diawali oleh keputusan Mohammed Ali Jinnah, Gubernur Jenderal Pakistan yang mendeklarasikan bahasa Urdu sebagai bahasa resmi Pakistan pada saat itu.

Masyaralat Pakistan Timur (yang sekarang Bangladesh) tak terima dengan keputusan sepihak terebut, menurut mereka, bahasa Urdu bukanlah bahasa asli warga Pakistan Timur melainkan bahasa Bangla. Setelah keputusan sepihak dari Pemerintah pada saat itu, lalu mulailah gelombang protes dari warga dan mahasiswa Pakistan Timur menuntu agar Bahasa Bangla juga dijadikan bahasa resmi. 

Baca Juga : Penggunaan Kata yang Salah Kaprah Dalam Bahasa Indonesia, Apa Saja?

Pada tanggal 21 Februari 1952 
masyarakat Bangladesh mengadakan protes ke pemerintah Pakistan akibat peminggiran bahasa Bengal. Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa tewas menjadi korban kekerasan dengan aparat setempat. gerakan tersebut menyebabkan pemberontakan besar-besaran selama beberapa tahun kemudian. Hingga akhirnya kemenangan berada di pihak Pakistan Timur yang memutuskan untuk membebaskan diri dari Pakistan dan mendirikan negara Bangladesh pada tahun 1971.

Kemudian Radiqul Islam selaku salah satu kerabat dari korban meninggalpasa kerusuhan memberikan masukan diadakannya Hari Bahasa Ibu kepada Sekjen PBB saat itu, Kofi Anan. Usulan tersebut diterima hingga pada akhirnya Hari Bahasa Ibu internasional mulai diperingati sejak tanggal 21 Februari 1999. Peringatan ini sekaligus sebagai Selain untuk mempertahankan eksistensi bahasa lokal, peringatan ini juga sekaligus menjadi pengingat bagi setiap orang tentang budaya dan asal usulnya.

Baca Juga
Millenials, Ketahui 10 Bahasa Tubuh yang Sebaiknya Kamu Hindari
10 Istilah yang Sulit Untuk Diterjemahkan Ke Bahasa Inggris, Apa Aja Ya?
5 Bahasa yang Paling Mudah Dipelajari, Kamu Harus Coba Belajar

  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close