Sabtu, 21 Juli 2018

Tren Aneh di Vietnam, Ada Jasa Pernikahan Palsu Khusus Wanita

  • Rosiana
  • 08/03/2018 16:00 WIB
Tren Aneh di Vietnam, Ada Jasa Pernikahan Palsu Khusus Wanita
EPIZONE.ID - Kapan nikah? Kapan nyusul? merupakan salah satu pertanyaan yang sering ditujukan pada orang-orang yang sudah diangap dewasa di lingkungan kita. Sering ditodong denganpertanyaan ini?Berarti kamu termasuk orang-orang yang sudah dianggap dewasa opleh orang di sekitarmu. Nah daripada kesal sering ditodong pertanyan kapan kawin, mending tengok deh tren unik yang ada di Vietnam ini.

Bisnis pernikahan palsu tampaknya sedang marak di Vietnam. Para wanita yang sedang dihadapkan dengan tekanan sosial untuk segera menikah menjadi lahan basah bagi bisnis yang menuai berbagai kontroversi. Nah meski aneh dan dianggap sebagai hal gila, namun nampaknya tren ini menjadi salah satu solusi bagi para wanita Vietnam yang menginginkan pernikahan dengan cara yang cepat.

Vietnam, seperti hampir semua negara lain di Asia, masih memegang teguh tradisi dan adat. Setiap perempuan yang hamil di luar nikah di Vietnam juga akan terkena sanksi sosial. Melansir dari Oditty Central, hamil di luar nikah masih dianggap tabu terutama di Vietnam bagian Utara. Tingkat aborsi di negara ini pun terbilang cukup tinggi karena masuk di urutan kelima sebagai negara dengan tingkat aborsi paling tinggi di Asia dengan jumlah aborsi sekitar 300 ribu per tahun. Data pemerintah Vietnam juga menyebutkan bahwa sebagian besar penyebab aborsi dikarenakan tekanan sosial.

Tentunya hal ini menjadi suatu masalah yang sangat serius terutama bagi perempuan yang ingin mempertahankan bayinya. Di satu sisi tekanan sosial yng dihadapi sangatlah besar, di sisi lain mereka juga tak ingin menghilangkan nyawa bayinya. Nah salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pernikahan palsu.

Cara ini dianggap sebagai jalan keluar yang efektif dengan mengadakan resepsi yang mengundang kerabat dan sanak saudara. Pernikahan palsu ini selain menjadi salah satu cara untuk mneyelamatkan harga diri para perempuan dan keluarganya, juga dianggap sebagai salah satu cara untuk mencegah aborsi. Usut punya usut jasa ini rupanya sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Meski termasuk hal gila, namun bisnis ini rupanya 

Menyediakan pengantin pria

Pernikahan palsu ini menyediakan berbagai kebutuhan perempuan yang akan menikah, termasuk salah satunya adalah pengantin pria. Yap, para penyedia jasa menyediakan seorang pria yang bertugas berpura-pura menjadi calon suami selama prosesi pernikahan berlangsung. Para penyedia jasa ini rupanya  juga sudah menyiapkan segala hal tentang pernikahan. Bahkan beberapa penyedia jasa juga menawarkan kontrak dengan jangka panjang hingga lima tahun. Kontrak ini memungkinkan pasangan palsu ini untuk berpura-pura sebagai pasangan suami istri di berbagai acara sebagai ilusi untuk menegaskan status pernikahan kliennya.

Salah satu penyedia jasa layanan di Hanoi bahkan mengaku sudah menyelenggarakan pernikahan lebih dari 1000 klien dan memiliki 1000 karyawan. Banyaknya orang yang tergabung dalam perusahaan tersebut karena besarnya permintaan pernikahan palsu. Dalam sebulan sebuah jasa penyedia pernikahan ini bisa menyelenggarakan 15 acara dengan klien yang berbeda.

Nguyen Van Thien, selaku manajer perusahaan tersebut mengatakan bahwa perusahannya menyediakan jasa pernikahan palsu dengan berbagai paket. Salah satu paket yang paling digemari adalah paket layanan VIP sebesar VND 98 juta atau sekitar 58 juta rupiah. Dengan harga semahal itu, para klien mendapatkan berbagai fasilitas mulai mulai dari 'suami', pengiring pengantin, hingga tamu palsu. Semua orang yang bertugas dalam acara tersebut sudah dibekali pelatihan agar terlihat meyakinkan selama prosesi acara.

Meski lumrah, nyatanya jasa pernikahan palsu ini masih mendapat kritik pedas dari masyarakat Vietnam sendiri. Namun Van Thien membantah, ia mengatakan bahwa pekerjaan mereka ada karena kritik dan tekanan sosial terhadap perempuan di Vietnam yang cukup tinggi yang menjadi pemicunya.

"Keberadaan layanan ini hanya menunjukkan betapa parahnya penilaian masyarakat. Jika para wanita itu tidak memiliki pernikahan palsu, mereka pasti harus meninggalkan anak mereka atau pindah ke tempat lain yang jauh," kata pengusaha itu. 



Ilustrasi : Asia One


  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close