Senin, 17 Desember 2018

O-Pod, Solusi Rumah Nyaman dan Murah di Hongkong

  • Rosiana
  • 30/05/2018 12:44 WIB
O-Pod, Solusi Rumah Nyaman dan Murah di Hongkong
EPIZONE.ID - Berniat untuk menetap di Hongkong? Eits tunggu dulu, asal kamu tahu, Hongkong merupakan salah satu negara yang mengalami krisis perumahan loh. Harga properti di negara ini  terbilang sangat mahal. Bahkan harga sewa satu lahan parkir di Hongkong City selama setahun menyentuh angka $664.000. 

Kekurangan tempat tinggal menjadi masalah pelik di kota ini dimana hanya 7% dari total lahan di Hongkong yang diperuntukkan sebagai kompleks perumahan. Permasalahan ini menyebabkan masyarakat harus berdesakan dan hidup dalam kondisi kumuh di rumah sewaan. 

Masyarakat perkotaan bahkan rela menyewa apartemen dengan ukuran yang terbilang sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan properti mereka. Tak jarang beberapa orang bahkan harus rela berbagai tempat tinggal di sebuah ruangan yang dibatasi dengan teralis kawat yang biasa disebut dengan cages house atau rumah-rumah gua. 

Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan julukan yang disematkan pada kota ini sebagai 'least affordable city' atau kota yang paling terjangkau selama delapan tahun berturut-turut. 

Kondisi rumah mungil dan taklayakhuni di Hongkong
Kondisi rumah mungil dan tak layak huni di Hongkong
Kondisi rumah mungil dan tak layak huni di Hongkong


Hunian Alternatif

Menyikapi permasalahan ini, seorang arsitek James Law berniat untuk membuat sebuah rumah kecil yang layak huni bagi penduduk Hongkong. Ia pun membuat sebuah desain rumah minimalis yang mampu menampung satu orang dengan dalam satu ruangan yang memiliki beragam fungsi. Desain rumah ini ia namai O-Pod. 

O-Pod merupakan rumah semi permanen yang diperuntukkan bagi satu orang. Berbentuk lonjong dan bulat, rumah ini menyediakan beragam fungsi ruangan layaknya rumah normal seperti tempat tidur, kamar mandi, dan ruang kerja dalam satu tabung pipa raksasa. Harapannya rumah mungil ini menjadi salah satu solusi mengurangi masalah kekurangan lahan dan perumahan bagi masyarkat Hongkong.

Law mengatakan bahwa desain rumah ini datang saat ia sedang melihat lokasi konstruksi. Ia melihat bahwa banyak pipa dari lokasi konstruksi yang tidak terpakai dan dibiarkan begitu saja. Kondisi itu mengelitik pikirannya untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari limbah pipa konstruksi tersebut. Ia pun kemudian membuat desain rumah mungil yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal layak bagi penduduk kota-kota besar.

Baca Juga : Gokil, Meski Mungil Rumah Ini Ternyata Juga Layak Ditempati dan Nggak Terkesan Kumuh Loh

Desain rumah tersebut ia buat hanya dalam waktu satu bulan. Bekerjasama dengan pengembang di Shenzen, Tiongkok, Law pun kemudian membangun kompleks O-Pod pertama. O-Pod pertama yang ia buat diletakkan di bawah jembatan Kwun Tong, di bekas area manufaktur di East Kowloon. 

Alasan penggunaan pipa drainase ini adalah karena bahan yang murah dan mudah didapat. Struktur betonnya yang kuat membuat bahan ini sangat cocok dipakai, karena rencananya, Law akan membuat kompleks O-Pod dengan menumpuk beberapa pipa di sebuah lahan kosong. Ia bahkan sudah membuat kesepakatan dengan pengembang untuk membuat O-Pod menjadi salah satu kompleks hunian dengan ukuran yang lebih besar. 

James Law, arsitek dibalik pembuatan rumah mungil O-Pod
James Law di dalam salah satu O-Pod buatannya

Small and Powerfull

O-Pod dibangun dari dua bagian pipa drainase dan memiliki luas 100 meter persegi. Desain lengkungan pada pipa membuat O-Pod terlihat lebih cerah dan luas. Rumah mungil ini dibagi ke dalam dua bagian, satu bagian untuk tidur dan melakukan aktivitas. Bagian lainnya dibuat khusus sebagai ruang ganti dan kamar mandi yang dilengkapi dengan toilet dan shower.

Masih merasa kurang nyaman? Jangan khawatir di dalam O-Pod terdapat beberapa benda yang bisa diubah sesuai dengan keinginan pemiliknya. Law bahkan menambahkan sofa yang bisa diubah menjadi tempat tidur. Selain itu terdapat kulkas, microwave, bahkan pendingin udara agar para penghuni merasa nyaman. 

Tujuan Law membangun kompleks perumahan dari pipa bekas konstruksi ini semata-mata karena ingin membuat sesuatu yang murah, mudah dirawat, dan juga mudah untuk dibangun. Ia juga memiliki keinginan untuk membuat kompleks O-Pod yang mudah untuk diletakkan dimana saja, seperti di bawah jembatan, jalan layang, atau di halaman.

"Jika kita dapat bekerja dengan pemerintah, dan bahkan pemilik tanah dan produsen swasta, kita dapat membangun O-Pod dengan harga sangat murah, dan kita dapat menyewakannya dengan sangat murah kepada kaum muda yang berjuang untuk mendapatkan tempat tinggal," ungkap Law.

Desain interior O-Pod. Lengkungan pada pipa membuat ruangan di dalamnya terlihat lebih besar dan cerah

Desain interior O-Pod
Desain interior O-Pod

Ruangan O-pOD bahkan bisa diubah menjadi ruang kerja, tergantung kebutuhan dan selera penghuni. Kamar mandi di dalam O-Pod bahkan memiliki ukuran yang lebih besar dari rata-rata kamar mandi di rumah-rumah penduduk Hongkong.

berbagai barang mulai dari sofa dan tempat tidur single, ac, microwave, hingga lemari bisa dimasukkan ke dalam O-Pod
Kamar mandi di dalam O-Pod bahkan lebih besar dari ukuranrata-rata kaamr mandi rumah di Hongkong
James Law bahkan sudah membuat rancangan kompleks hunian O-Pod. Kompleks ini akan memberikan kemudahan dengan dibangunnya kompleks perkantoran yang menyasar pekerja dan anak-anak muda Hongkong.

Kompleks O-Pod di masa depan
Disarikan dari Business Insider

Baca Juga
Mobil Klasik James Bond Akan Dilelang, Ini Harganya
Wow, Oreo Rakasasa Ini Baru Saja Memecahkan Rekor Dunia
Kalahkan Singapura, Paspor Jepang Terkuat di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close